Tampilkan postingan dengan label Delphi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Delphi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Mei 2013

PERULANGAN & PERCABANGAN PADA DELPHI

1.Perulangan
Perulangan adalah suatu cara untuk mengulang satu atau sekumpulan perintah sampai mencapai kondisi tertentu.   Dalam Delphi terdapat beberapa perulangan yaitu :
a.Perulangan menggunakan For To Do :
 perulangan ini berjalan dengan menggunakan suatu variabel counter yang akan bertambah secara otomatis ketika perintah yang diulang telah selesai dikerjakan.Bentuk umum dari perulangan ini adalah :
For counter := nilai awal To Nilai akhir Do
Begin
Perintah;
Perintah;
End;
b.Perulangan menggunakan For DownTo Do :
 Perulangan ini sama seperti perulangan dengan menggunakan For To Do tetapi arah isi counternya berkurang (mundur/turun). Bentuk umum dari perulangan ini adalah :
For counter := nilaiawal DownTo Nilaiakhir Do
Begin
Perintah;
Perintah;
End;
c.Perulangan menggunakan Repeat Until :
Perulangan ini bekerja sampai kondisi yang diinginkan tercapai. Perulangan ini bisa digunakan sebagai perulangan yang menggunakan banyak kondisi keluar (multi condition loop). Bentuk umum :
Repeat
Perintah;
Perintah;
Until Kondisi;
d.Perulangan menggunakan While Do :
Perulangan ini mirip dengan perulangan Repeat Until tetapi pengecekannya berada di awal sebelum melakukan proses yang berulang. Perulangan ini berjalan selama kondisi pengecekan bernilai true. Jika kondisi telah mempunyai nilai false maka perulangan tidak dilakukan lagi. Bentuk umum dari While Do adalah seperti berikut :

While kondisi do
Begin
Perintah;
Perintah;
End;

Contoh Program yang ditulis dalam event OnClick dari tombol For To Do
procedure TForm1.BitBtn1Click(Sender: TObject);
var
i:integer;
c:char;
begin
Memo1.Clear;
for i:=1 to 10 do
Memo1.Lines.Add(IntToStr(i));
for c:='A' to 'Z' do
Memo1.Lines.Add(c);
end;


2.Percabangan
Percabangan merupakan salah struktur kendali yang memungkinkan pemilihan atas perintah yang akan dijalankan. Dalam Delphi terdapat beberapa percabangan yaitu :
a.Perintah percabangan If…Then…Else 
adalah suatu perintah yang berfungsi untuk mengambil keputusan dari beberapa kondisi. Bentuk percabangan ini biasanya digunakan untuk kondisi yang jumlahnya tidak terlalu banyak.IF … THEN : Pemilihan 1 kasusPerintah bersyarat If – then digunakan hanya untuk melakukan 1 aksi bila kondisi dipenuhi.Bentuk sintaks dari perintah bersyarat ini adalah:

If then
Begin
... {aksi-1}
end;
b.IF … THEN … ELSE : Pemilihan 2 kasus
Perintah bersyarat If…then…else umumnya digunakan untuk melakukan pencabangan sederhana (antara 2 atau 3 cabang). Atau untuk pencabangan yang banyak, dimana kondisi yang menjadi prasyaratnya melibatkan lebih dari satu parameter. Bentuk sintaks dari perintah bersyarat ini adalah:
If then
Begin
... {aksi-1}
end
else
Begin
... {aksi-2}
end;


c.IF … THEN … ELSE : Pemilihan N kasus

If then
Begin
... {aksi-1}
end
else If then
Begin
... {aksi-2}
end
else
Begin
... {aksi-3}
End;

Contoh Program Percabangan yang ditulis dalam event OnClick dari Tombol
procedure TForm1.SpeedButton1Click(Sender: TObject);
var n : double;
begin
n := StrToFloat(edNilai.Text);
if n >= 90 then
edKet.Text := 'Sangat Baik'
else if (n >= 70) and (n <= 89) then edKet.Text := 'Baik' else if (n >= 50) and (n <= 69) then edKet.Text := 'Cukup' else if (n >= 30) and (n <= 49) then edKet.Text := 'Kurang'
end;

3.Array
Array Adalah Suatu Variabel Tunggal Yang Digunakan Untuk Menyimpan Sekumpulan Data Yang Sejenis Anda Dapat Memanipulasi Menyalin Array Hanya Dengan Sebuah Nama Dalam Tipe Data Array Menggunakan Nomor Elemen Di Kanan Nama Array

CONTOH PROGRAM ARRAY :
procedure TForm1.btn_arrayClick(Sender: TObject);
var
  Data : array of array of integer;
  Baris, kolom : word;
  begin
  // Menentukan panjang array untuk masing – masing dimensi
  SetLength( Data,
  StrToInt(baris_array.Text), // panjang dimensi 1
  StrToInt(kolom_array.Text)); // panjang dimensi 2
  // pemasukan data kedalam array
  for Baris := 0 to StrToInt(baris_array.Text)- 1 do
    for Kolom := 0 to StrToInt(kolom_array.Text)- 1 do
      Data[Baris,kolom] := Baris + kolom;
      // mengosongkan data pada listbox
      ListBox1.Clear;
      // menampilkan data dari array
      for Baris := 0 to StrToInt(baris_array.Text)- 1 do
      for Kolom := 0 to StrToInt(kolom_array.Text)- 1 do
        ListBox1.Items.Add('[' + IntToStr(Baris) + ',' + IntToStr(Kolom)+'] =' + IntToStr(Data[Baris,kolom]));
  end;
case of :
procedure TForm1.btn_cese_ofClick(Sender: TObject);
var
  B, C : Integer;
begin
  B:= StrToInt(input_mkn_case.text);
  C:= StrToInt(input_mnm_case.Text);
    begin
      case B of
        1: pesanan_case.Text := 'Pecel Ayam dan ';
        2: pesanan_case.Text := 'Ayam Bakar dan ';
        3: pesanan_case.Text := 'Ayam Krispy dan ';
      end;
    case C of
      4: pesanan_case.Text := pesanan_case.Text + 'Es Teh Manis';
      5: pesanan_case.Text := pesanan_case.Text + 'Es Jeruk';
      6: pesanan_case.Text := pesanan_case.Text + 'Es Capucino';
    end;
    end;
end;

PENGENALAN BORLAND DELPHI 7.0

b. Jendela Utama Delphi

Gambar 1.1 Jendela Utama Delphi

c. Bagian – bagian dari Jendela Delphi
 
1. Object Tree View
Merupakan sebuah diagram pohon yang menggambarkan hubungan logis menghubungkan semua komponen yang terdapat dalam suatu proyek program. Komponen tersebut meliputi form, modul atau frame. Fungsinya digunakan untuk menampilkan seluruh daftar komponen program dalm sebuah aplikasi program sesuai dengan penempatnnya.


Gambar 1.2 Jendela Object Tree View

2. Object Inspector
Merupakan jendela yang digunakan untuk mengatur tampilan komponen pada form, misal bagaimana mengubah tulisan button pada command button menjadi Simpan, atau menghapus tulisan pada label dan mengganti nama menjadi Nama Mahasiswa atau memberikan perintah tertentu pada sebuah komponen sehingga ada interaksi ketika program dijalankan.


Gambar 1.3 Jendela Object Inspector

Secara Umum Object Inspector terbagi menadi 2, yaitu :
a. Properties
Digunakan untuk mengatur tampilan pada sebuah komponen baik itu meliputi penggantian nama, warna, jenis huruf, border dan lain–lain.
b. Events
Merupakan jendela properties yang digunakan untuk memberikan fungsi yang lebih detail dari fungsi sebenarnya. Misalnya ketika tombol Simpan di klik maka program akan menjalankan perintah penyimpanan data. Dari kalimat tersebut ada event clik untuk mengeksekusi sebuah tombol simpan. Perintah event clik tersebut dapat diberikan melalui jendela events.

Gambar 1.4 Jendela Properties & Events

3. Form Designer
Merupakan tempat yang digunakan untuk merancang semua aplikasi program yang diambil dari komponen pallete.


Gambar 1.5. Jendela Form Designer

4. Component Pallete
Merupakan kumpulan icon yang digunakan untuk merancang suatu aplikasi pada untuk membentuk sebuah aplikasi user interface. Dalam komponen pallete semua icon dikelompokan dalam berbagai komponen sesuai dengan fungsi dan kegunaannya.


Gambar 1.6. Jendela Komponen Pallete


5. Code Editor
Bagian dari delphi yang digunakan untuk menuliskan kode program. Pada bagian code editor terdapat 3 bagian utama yaitu = bagian paling kiri yang berisi berupa angka menunjukan baris dan kolom. Keterangan modified menunjukan bahwa telah terjadi modifikasi terhapap baris program. Dan paling kanan menunjukan status keyboard tentang tombol insert atau over write.


Gambar 1.7 Jendela Code Editor

6. Code Explorer
Jendela yang digunakan untuk menampilkan seluruh variabel, type, dan rountine yang didefinisikan pada sebuah unit.

Gambar 1.8 Jendela Code Explorer

7. Code Diagram
Merupakan fasilitas pada delphi yang digunakan untuk mendesain sebuah diagram atas komponen – komponen yang digunakan dalam seatu rancangan aplikasi.

Gambar 1.9. Jendela Code Diagram